PROPOSAL PTK
Sekolah : SMP Negeri 3 Wonogiri
Alamat : Jl.Ki Mangun Sarkoro 59, Kaloran Wonogiri
A. JUDUL PENELITIAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN DESKRIPTIF PADA MAPEL BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS IX F SEMESTER 1 SMP NEGERI 3 WONOGIRI TAHUN 2009 / 2010 DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF JIGSAW
B. PENDAHULUAN
1.Latar belakang masalah
Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling utama dalam kehidupan manusia. Demikian pula dalam proses pembelajaran disekolah peran bahasa begitu pentingnya sehingga dalam kurikulum KTSP bahasa mendapat porsi jam yang cukup banyak.
Bahasa inggris yang merupakan bahasa internasional dalam era globalisasi ini semakin dibutuhkan dalam barbagai bidang kehidupan. Hampir semua hal yang berkaitan dengan teknologi dewasa ini menggunakan bahasa inggris. Sehingga mau tidak mau siswa dituntut untuk menguasai bahasa inggris jika tidak ingin ketinggalan jaman. Dengan kondisi ini siswa SMP dituntut untuk mendapatkan pengalaman belajar setelah lulus. Setidaknya pengalaman dasar dimana siswa SMP harus sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana. Dengan adanya tuntutan itu siswa diharapkan dapat menguasai 4 kompetensi bahasa yaitu : reading, writing, speaking dan listening. Dalam kompetensi reading siswa diharapkan dapat menguasai 5 jenis teks antara lain : teks deskriftif, teks narrative, teks procedure, teks recount dan teks report.
Kelima jenis teks tersebut sudah mulai diberikan sejak kelas VII sampai kelas IX, sehingga idealnya siswa kelas IX sudah harus menguasai kompetensi reading tersebut. Akan tetapi berdasarkan pengamatan peneliti ketika berlangsung pembelajaran bahasa inggris materi reading jenis teks deskriptif di kelas IX F, peneliti merasa tidak puas karena siswa belum dapat bercerita tentang “Water.” Atas situasi tersebut maka peneliti mengadakan diskusi dengan rekan guru bahasa inggris yang lain tentang permasalahan ketidak mampuan siswa untuk memahami bacaan deskriptif .
Dari hasil diskusi dan saran serta masukan dari rekan sejawat peneliti ternyata disamping permasalahan yang berasal dari siswa tersebut, peneliti juga diduga kurang tepat dalam membimbing siswa dalam proses pembelajaran, karena masih bersifat “teacher center” atau dengan kata lain pembelajaran masih didominasi oleh peneliti, sehingga porsi siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri masih kurang. Siswa seolah – olah hanya sebagai pendengar. Bahkan peneliti dianggap tidak memberikan peran yang berarti pada siswa sebagai subyek didik.
Disamping permasalahan pada guru dan siswa tersebut diatas menurut analisa peneliti dan pengamat, dalam hal ini rekan sejawat guru bahasa inggris di SMP Negeri 3 Wonogiri, terdapat permasalahan lain yang ikut andil menyebabkan kurangnya kemampuan memahami bacaan deskriptif di kelas IX F, yaitu kurang tersedianya fasilitas pendukung media pembelajaran untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran. Peneliti masih menggunakan metode ceramah, hal ini memang masih banyak dilakukan guru – guru dimana tidak tersedia fasilitas yang memadai di sekolah.
Berangkat dari permasalahan tersebut diatas maka penelitian tindakan kelas ini diadakan yaitu untuk mencari jalan keluar agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan deskriptif khususnya dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris baik lisan maupun tertulis dengan baik dan lancar. Hal ini penting karena tanpa adanya penelitian dan pengamatan yang serius mustahil akan terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa inggris pada umumnya dan pada pembelajaran deskripitf teks pada khususnya.